
Review pengalaman ikut open trip
Review pengalaman ikut open trip – Buat kamu yang suka jalan-jalan tapi ogah ribet urus itinerary sendiri atau lagi nggak punya geng buat traveling, open trip bisa jadi solusi jitu. Konsep ini memang makin populer di kalangan milenial dan gen Z, karena menawarkan liburan hemat, mudah, dan seru bareng peserta lain yang kadang belum saling kenal. Sebagai seseorang yang pernah ikut beberapa open trip, kali ini saya ingin membagikan pengalaman pribadi—lengkap dengan plus minusnya, biar kamu bisa mempertimbangkan sebelum mendaftar.
Review pengalaman ikut open trip

Apa Itu Open Trip?
Open trip adalah perjalanan wisata yang dibuka untuk umum dan biasanya dijalankan oleh penyelenggara (travel agent atau komunitas) dengan jadwal, rute, dan biaya yang sudah ditentukan. Peserta bisa daftar sendiri atau bersama teman, lalu digabung dengan peserta lain.
Biasanya destinasi open trip adalah tempat-tempat yang cukup menantang untuk dijangkau sendiri, seperti:
-
Pulau Pahawang, Lampung
-
Sumba, Nusa Tenggara Timur
-
Taman Nasional Komodo
-
Dieng, Jawa Tengah
-
Derawan, Kalimantan Timur
Pengalaman Pertama Ikut Open Trip ke Pulau Pahawang
Saya memutuskan ikut open trip ke Pulau Pahawang karena penasaran dengan keindahan lautnya, tapi ogah ribet urus penginapan, kapal, dan snorkeling gear sendiri. Setelah browsing, saya menemukan penyelenggara lokal yang punya review bagus di Instagram dan langsung daftar.
Harga paket: Rp 750.000 untuk 2 hari 1 malam
Sudah termasuk:
-
Transportasi dari Dermaga Ketapang
-
Kapal ke pulau-pulau
-
Makan 3x
-
Sewa alat snorkeling
-
Dokumentasi underwater
-
Penginapan homestay
Hari Keberangkatan: Awkward Tapi Semangat
Setibanya di titik kumpul, saya langsung menyadari satu hal: semua orang asing! Tapi anehnya, suasananya hangat. Guide-nya ramah dan peserta lain juga mulai saling ngobrol. Beberapa bahkan sudah ikut open trip bareng beberapa kali.
Kami lalu naik kapal ke Pulau Pahawang, dan di sepanjang jalan, obrolan kecil mulai mencairkan suasana. Ada yang traveling solo, ada yang baru resign, ada juga yang cari konten buat vlog.
Aktivitas: Padat Tapi Terorganisir
Begitu tiba, itinerary langsung padat:
-
Hari 1: snorkeling di 3 spot berbeda, BBQ malam hari
-
Hari 2: sunrise di bukit, eksplor desa, dan main di pasir timbul
Karena semuanya sudah diatur, saya tinggal ikut alur. Serunya, nggak ada momen bosan. Semua kegiatan bareng-bareng, jadi terasa seperti sekolah lapangan yang fun.
Guide-nya juga paham spot terbaik buat foto, dan ada satu tim dokumentasi yang siap motret dan ambil video underwater. Hasilnya? Feed Instagram jadi keren banget, padahal saya cuma modal ikut trip.
Hal Positif yang Saya Rasakan
✅ Hemat biaya: Kalau saya pergi sendiri, bisa habis lebih dari 1 juta untuk semua yang disediakan.
✅ Nambah teman baru: Sampai sekarang, saya masih keep in touch dengan beberapa peserta trip. Bahkan pernah liburan bareng lagi.
✅ Itinerary jelas: Nggak perlu repot cari tahu harus ke mana dulu, tidur di mana, atau sewa perahu berapa.
✅ Rasa aman: Karena semua dikoordinasikan oleh penyelenggara, saya merasa lebih tenang, apalagi di tempat yang belum pernah saya kunjungi.
Beberapa Kekurangan yang Perlu Diperhatikan
❌ Waktu terbatas: Karena semuanya diatur, kita nggak bisa terlalu fleksibel. Misalnya, pengin lama-lama di spot snorkeling, tapi waktu sudah habis.
❌ Peserta beragam karakter: Kadang ada peserta yang suka telat, atau terlalu dominan. Butuh toleransi dan sabar.
❌ Fasilitas standar: Penginapan biasanya sederhana, dan fasilitas umum bisa terbatas (misalnya kamar mandi sharing).
Tips Ikut Open Trip untuk Pemula
-
Cek reputasi penyelenggara
Lihat review di media sosial, testimoni peserta, dan track record open trip sebelumnya. -
Jangan lupa konfirmasi detail biaya dan fasilitas
Tanyakan apa yang sudah termasuk dan apa yang harus bawa sendiri (contoh: alat mandi, sandal, uang makan di luar jadwal, dll). -
Bawa perlengkapan pribadi yang fleksibel
Seperti tas ransel, baju ganti cepat kering, jas hujan, dry bag, dan obat-obatan pribadi. -
Siapkan mental untuk sosialisasi
Meski introvert, tetap terbuka untuk kenalan. Siapa tahu kamu ketemu travel buddy baru. -
Bersikap kooperatif dan ikut aturan
Jangan jadi peserta yang bikin jadwal molor atau bikin suasana jadi nggak nyaman.
Penutup
Ikut open trip bukan sekadar soal hemat, tapi juga tentang berbagi pengalaman, membangun koneksi, dan memperluas perspektif. Mungkin awalnya terasa awkward, tapi justru itulah bagian serunya. Kamu belajar beradaptasi dengan orang baru, menikmati keindahan tempat asing, dan membawa pulang cerita yang berkesan.
Kalau kamu belum pernah coba, sekali saja ikut open trip—dan kamu mungkin akan ketagihan.

